Tampilkan postingan dengan label T-shirt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label T-shirt. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Jenis-jenis bahan kain untuk pembuatan kaos / konveksi

Jenis-jenis bahan kain untuk pembuatan kaos / konveksi


Artikel saya kali ini akan membahas tentang jenis-jenis bahan kain katun untuk kaos. Banyaknya permintaan pasar akan kaos itu sendiri membuat para pengusaha muda ingin terjun ke industri garmen ini yang memang sangat menjanjikan karena permintaan pasar / distro yang sedang ramai di lakoni oleh para pengusaha muda saat ini, adapun industri rumahan yang bergerak di bidang sablon kaos satuan / lusinan yang juga sangat membutuhkan kaos polos itu sendiri, mulai dari sablon manual, sablon digital, dan yang sedang ramai di pasaran saat ini yaitu sablon DTG. Oleh karena itu saya mencoba berbagi pada para pengusaha muda yang ingin terjun di bidang garmen / konveksi kaos, sweeter, kaos polo,dll


Berikut penjelasan tentang jenis-jenis bahan kain katun untuk bahan kaos :

1.Katun ( Combed 20s, 24s, 30s )

Bahan katon combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami.Jenis bahan ini berkarakteristik memiliki tekstur halus, dingin, nyaman, mudah menyerap keringat, sehingga sangat cocok di pakai di negara tropis seperti indonesia. Kain combed memiliki serat benang yang lebih halus maka permukaannya terlihat lebih rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Hal yang membedakan dari angka-angka tersebut adalah ketebalan kain itu sendiri, Combed 20s adalah yang paling tebal sedangkan 30s adalah yang paling tipis, adapun yang menyediakan 40s tapi yang sangat di gemari oleh para distroholic adalah 30s

2. Cardet ( 20s-30s )

Dibandingkan dengan kain katun combed, kain cotton cardet memiliki serat benang yang kurang halus, kain cardet adalah bahan kain yang bisa dikatakan KW1 dari combed itu sendiri, akan tetapi hasil rajutan dan penampilan nya kurang halus dan rata, harganya pun relatif lebih murah bila dibandingkan dengan bahan kain cotton combed, bahan cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, kaos oblong olahraga dll


3. Polyster dan PE

Polyster sesuai dengan namanya, merupakan bahan serat sintetisyang terbuat dari bahan Ester (yang merupakan hasil sampingan minyak bumi yang dibuat menjadi bahan berupa serat Fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis dan kasar, tidak bisa menyerap keringat sehingga panas ketika di pakai.

4.TC ( TETERON Cotton )

Seiring dengan kemajuan teknologi,maka terciptalah teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan cotton dan polyster, salah satunya adalah TC/ teteron cotton. Jenis bahan ini merupakan dari 35% cotton combed dan 65% polyster, TC ini bisa dikatakan seperti PE,terasa panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihan bahan ini adalah tidak mudah kusut dan tidak mudah melar meski sudah lama di pakai

5. Viscose

Viscose biasa juga di sebut rayon. Adalah bahan sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambah kenyamanan pada serat sintetis dan juga menambah kecerahan warna bahan itu sendiri, serat Viscose mempunyai ketahanan kelembaban yang sangat tinggi, warna yang lebih cemerlang dan lebih mahal harganya, jenis bahan ini sangat jarang tersedia ada di pasaran

6. CVC ( Cotton Viscose )

Jenis bahan kaos ini merupakan campuran dari 55% cotton combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage nya (susut pola) lebih kecil bila dibandingkan dengan bahan cotton, jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat

7. Hyget



Jenis bahan ini terbuat dari pelastik dan sangat tipis, oleh karena itu harganya pun sangat murah. Namun bahan ini bisa kurang layak dan kurang nyaman untuk di jadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah besar akan tetapi dana yang tersedia tidak banyak. Bahan ini juga banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai dll


Sekian artikel dari saya tentang jenis-jenis bahan kain untuk kaos, semoga berguna bagi sobat semua.

Minggu, 04 Mei 2014

Cara Sablon Kaos Sendiri di Rumah Pakai Printer Color dan Transfer paper

Cara Sablon Kaos Sendiri di Rumah Pakai Printer Color dan Transfer paper



  • Cara Sablon Kaos dengan Transfer Paper

Cetak sablon saat ini telah berkembang pesat. Salah satunya adalah sablon kaos. Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh gambar sablon yang berkualitas. Ada 2 jenis transfer paper : Clear dan Dark.
Clear digunakan untuk kain yang berwarna putih, sedangkan Dark untuk kain selain warna putih. Bagi anda yang tidak ingin ke tukang sablon dan ingin mencoba sendiri berikut langkah-langkahnya:

  • Alat - alat yang harus di sediakan adalah :
- Komputer / Laptop
- Printer color
- Kertas Transfer paper Clear / Dark
- Gunting / kalo punya mesin plotter lebih bagus :)
- Setrika listrik
- Kaos polos Hitam/Putih




  • Cara sablon untuk clear :
 
1. design gambar di komputer kemudian balik gambar tsb ( mirror )
2. cetak di kertas transfer paper (TP)
3. gunting sisi kertas tadi, sisakan 0.2mm untuk bordernya.
4. taruh kertas sablon (kertas karton) tebal di bawah kaos sebagai alas.
5. letakan transfer paper di atas kaos dan gosok dengan setrikaan dengan kepanasan low, sebab kalau terlalu panas bisa lengket di kertas..
6. gosoknya nggak usah kelamaan cukup 30 detik saja.
7. buka perlahan kertas dan kaos tadi berubah menjadi kaos sablon. 





  • Cara membuat untuk dark :
 
1. design gambar di komputer dan kita akan melakukan cetak sablon di atas kertas TP, cetak biasa nggak usah pakai mirror. Gunakan kwalitas best pada opsi di printer.
2. lepaskan secara hati-hati, lembaran berwarna putih susu yg melekat di TP, maka anda akan mendapatkan lembaran semacam membran elastis yang mana lembara ini untuk di pasang di kaos.
3. Letakan lembaran membran ini ke kaos dan letakan kertas minyak (bawaan saat beli) di atas membran tadi lalu gosok perlahan dengan strikan, gosoknya jangan terlalu lama sebab akan membuat membran menjadi kering dan tipis. Dengan alat sablon yang lengkap dan cara yang benar, anda akan memperoleh kualitas gambar yang baik.

Rabu, 30 April 2014

no image

Daftar Isi Blog


Selasa, 29 April 2014

Sablon Kaos Digital Menggunakan Printer DTG ( Direct to Garment )

Sablon Kaos Digital Menggunakan Printer DTG ( Direct to Garment )

Sablon digital adalah teknik sablon yang menggunakan mesin dalam menghasilkan sablonnya. Dalam hal ini mesin yang digunakan adalah printer untuk menghasilkan print out berupa gambar, logo, text atau foto (dengan kertas khusus) serta mesin/ alat hot press untuk melekatkan pada kaos. Namun dalam perkembangannya teknik sablon digital ini menghadirkan mesin printer yang langsung bisa mencetak gambar/sablon langsung ke badan kaos. Mesin ini disebut dengan mesin sablon digital direct to garment(DTG).

mesin sablon digital DTG teknik

Saat ini mesin sablon digital direct to garment (DTG). telah berkembang menyempurnakan teknik sebelumnya. Dimana teknik sablon digital saat ini sudah tidak menggunakan kertas transfer untuk mencetak gambar, namun kaos langsung dicetak dengan printer baru kemudian mesin heat press menyempurnakan penempelan gambar pada kaos. Dipasaran  mesin sablon digital direct to garment (DTG).  ada yang bermerk (branded) dan ada pula yang rakitan. Mesin sablon digital DTG buatan pabrik (branded) dibanderol pada harga puluhan hingga ratusan juta. Sedangkan mesin sablon digital direct to garment (DTG) rakitan yang dirakit oleh produsen lokal mempunyai fungsi sama namun dengan harga lebih murah.
Seperti pada mesin-mesin lainnya, memilih mesin sablon digital direct to garment (DTG) juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya  mesin sablon digital direct to garment (DTG) adalah :

  • Mesin ini dapat mencetak gambar dengan tingkat kerumitan yang tinggi seperti gambar wajah orang, 
  • Dapat menerima pesanan dan mencetak kaos dengan satuan lebih kecil/eceran, proses pencetakan lebih simpel, 
     
  •  Bisa menerima order dengan deadline yang mepet,  
  • Dengan mesin sablon digital DTG ini dapat menekan inventori khususnya produk jadi.
Sedangkan kekurangan dalam menggunakan mesin sablon digital direct to garment (DTG) ini diantaranya adalah : 
  • Biaya investasinya relatih mahal, 
  • Kemampuan cetak dengan jenis tinta yang terbatas (hanya bisa dengan tinta tekstil saja) tidak seperti sablon manual yang banyak pilihan tintanya (rubber, poliester, super wet, plastisol dsb), 
  • Memakan waktu yang lebih lama dibandingkan sablon manual. 
Selain itu mesin sablon digital direct to garment (DTG) rakitan dikwatirkan macet sehingga akan merusak kualitas hasil sablon,

Kualitas hasil sablon yang masih kalah dibandingkan sablon manual.


Meski masih banyak kekurangan, mesin sablon digital direct to garment (DTG) ini tetap menjadi aset yang harus dimiliki oleh para wirausaha sablon. Hal ini  karena selain untuk memenuhi pesanan dalam jumlah kecil/eceran juga untuk mengejar pesanan dengan tenggat waktu yang mepet. Oleh karena untuk memaksimalkan penggunaan mesin sablon digital direct to garment (DTG) ini para pengusaha sablon juga menerima jasa pesanan untuk dijual kembali (reseller) dengan menyediakan desain gambar yang bisa dipilih oleh para reseller.

Berikut Video Sablon DTG :




Teknik / Cara Sablon Kaos Manual

Teknik / Cara Sablon Kaos Manual

Dalam dunia cetak saring atau printing ada beberapa tahapan yang harus dilalui dari urusan pra cetak, peralatan sampai finishing. Setelah mengenal cara belajar membuat desain kaos distro, rasanya perlu mengetahui proses cara cetak sablon kaos.
Kualitas bahan sangat menentukan kualitas akhir dari hasil produksi. Contoh, bahan katun combed memiliki gramasi yang beragam, mulai dari 20S, 24S dan 30S. Semakin besar gramasinya maka kain semakin ringan dan tipis. Di tempat kami menggunakan cotton combed 20s dan 30s.
Ada beberapa teknik dalam menyablon kaos, yaitu teknik manual dan digital printing.
Teknik sablon kaos manual, dimana proses dilakukan dengan proses cetak manual menggunakan screen dan rakel.

Berikut merupakan tahapan bagaimana belajar cara menyablon kaos distro atau sablon kaos manual.

1. Setting Desain Kaos

Siapkan desain kaos yang akan di sablon sebelum dicetak sablon, kemudian edit desain kaos menjadi film sablon atau klise film sablon yang siap dicetak sablon berdasarkan warna masing-masing, dalam hal ini desain kaos harus di proses melalui pecah warna atau separasi warna tergantung desain kaosnya bisa berupa sablon vektor atau berupa sablon raster, anda bisa membuat pecah warna menggunakan program coreldraw atau photoshop.


2. Tahap pra-afdruk

Tahapan ini meliputi pembersihan dan persiapan screen. Siapkan alat-alat sablon yang dibutuhkan seperti sabun colek ,air ,kain spon. cuci screen sablon menggunakan air dan sabun kemudian di lap dengan menggunakan kain spon. setelah bersih, screen harus dikeringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.


3. Tahap afdruk

Tahap ini meliputi pemberian obat, pembakaran screen, dan pencucian obat pada screen.Siapkan alat-alat antara lain screen, obat afduk,kipas angin/hairdryer,alat perata screen/penggaris ,campur obat afdruk cairan merah dan putih kemudian masukan sedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen dikeringkan dengan menggunakan kipas angin atau hairdryer. Proses pengeringan ini screen tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup/gelap.


4. Tahap pembakaran screen.

Proses selanjutnya siapkan materi seperti kaca, desain kaos yg telah diedit, screen, busa screen, papan. Ambil Papan , taruh busa di atas papan lalu ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen lalu letakkan gambar yang telah diedit dan tempel diatas screen , sebelum desain kaos tersebut ditempel di screen terlebih dahulu olesi dengan minyak goreng, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar. setelah itu taruh kaca diatas screen.
Kemudian sinari screen dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 15 sampai 20 detik (tergantung panas dan tidaknya terik matahari) karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pemfilm-an screen akan gagal atau sulit untuk ditembus. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut harus dicuci untuk membersihkan bekas obat. Dalam pencucian membutuhkan alat penyemprot, biasanya menggunakan semprotan untuk memandikan burung, alat ini digunakan untuk membuka desain atau gambar yang terdapat pada screen.

5.Tahap penyablonan

Pada tahap ini, alat-alat yang dibutuhkan antara lain: screen (yang telah difilm),cat, meja sablon (jika diperlukan, rake l(alat penggesut), bahan (kaos). Ambil screen dan setelah itu taruh kain yang akan disablon diatas meja, tuang cat pada screen secukupnya kemudian gesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.
Perlu diperhatikan, selain bahan kaos yang berkualitas bagus seperti combed, cat sablon juga sangat mempengaruhi hasil sablonan, misal menggunakan cat rubber (karet), ada cat tertentu yang akan menghasilkan kualitas yang bagus, tentunya cat yang tidak mudah pecah. beberapa cat rubber yang kualitasnya jelek sudah kelihatan apabila diraba akan terlihat kaku, kasar dan tentu saja mudah pecah.



6. Setelah kaos selesai disablon,

Tahap finishing sablon kaos adalah dengan menggunakan mesin press. Kenapa harus di press?...... karena dengan proses press yang suhunya diatas 100 derajat akan menghilangkan kadar air yang terdapat dalam cat sablon dan akan menghasilkan kualitas sablon yang lebih rapat dan akan terasa halus jika diraba. Tidak semua produk sablon kaos dipasaran melalui tahap ini.


Demikianlah sedikit Cara sablon kaos dengan teknik manual.

Semoga bermanfaat... ^_-




Sumber : http://redbeltshirt92.blogspot.com